Minggu, 15 November 2015

Mengapa Saya Menulis?



MENGAPA SAYA HARUS MENULIS?

Menulis bagi saya yang seorang pemula adalah pekerjaan yang sangat sulit. Kesulitan terbesar adalah dalam hal menentukan topik ataupun ide tulisan. Begitu pun ketika diharuskan menulis artikel ini, sungguh sulit. Tapi jika terus mengulur-ulur waktu, tulisan ini tidak akan pernah jadi. Jadinya, saya tulis saja apa yang ada di pikiran. Karena dari tulisan yang pernah saya baca tentang kepenulisan, ada rumus sederhana yang harus kita biasakan yaitu “Tulis apa yang ada di pikiranmu”. Benar ataupun salah itu urusan belakang. Kalimat yang sering dilontarkan Kang Tendi Krisna Murti adalah kalo pengen jadi penulis, ya..harus nulis, hehehehe…..

Kalo Anda perhatikan judul artikel ini yaitu “Mengapa saya harus menulis?”, Anda tentu akan menebak bahwa saya akan menyampaikan alasan mengapa saya menulis. Berbicara mengenai alasan, tentu tidak terlepas membahas tentang niat. Niat ini bagi saya sangat penting, karena niat adalah  energi utama yang senantiasa menjaga konsistensi kita dalam melakukan berbagai hal. Kalau niatnya biasa-biasa saja, ya tentu semangat untuk mewujudkannya biasa-biasa saja, tidak ada greget. Akan tetapi kalau niatnya besar dan mampu diwujudkan, gregetnya dapat dan semangat untuk mewujudkannya akan menggebu-gebu.

Dalam buku  ON karya Jamil Azzaini, dijelaskan bahwa niat itu diibaratkan dengan sebuah tujuan. Seseorang yang hendak melangkah tentu membutuhkan tujuan untuk mengakhiri perjalannya. Seorang nahkoda kapal tidak akan pernah bisa melabuhkan kapalnya, tanpa pernah menetapkan kemana dia akan bersandar. Bahkan, kapal tersebut bisa celaka dan menjadi karam di tengah lautan yang luas, menabrak karang, dan kehabisan bahan bakar karena tidak tahu ke mana dan kapan saatnya berlabuh.

Adapun niat saya menjadi seorang penulis adalah agar ilmu yang saya dapatkan bisa saya salurkan kepada orang lain. Ini bukan semata-mata untuk gaya-gayaan, bukan semata-mata mengikuti trend. Tidak seperti itu. Saya berpikir bahwa pada hakekatnya semakin ilmu itu dibagikan, ilmu itu akan semakin bertambah. Bukankah Kanjeng Nabi juga pernah bersabda bahwa manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat kepada sesamanya. Untuk itu, saya rasa sedikit ilmu yang saya punya ini dapat bermanfaat bagi orang lain.

Dalam perjalanan kehidupan umat manusia juga, orang-orang yang memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas, senantiasa namanya diabadikan dalam sejarah. Contohnya tidak jauh-jauh Kanjeng Nabi Muhammad SAW (tidak perlu kita ragukan lagi), Ibnu Sina, seorang ulama yang juga ahli di bidang kedokteran. Graham Bell penemu telepon, Thomas Alpa Edison penemu lampu. Bahkan penulis-penulis hebat Indonesia, seperti Andrea Hirata, Anwar Fuadi, Asma Nadia. Mereka mempunyai satu kesamaan yaitu memberikan kontribusi kepada masyarakat luas lewat karya tulisan mereka. Mereka telah memberikan semangat, motivasi dan pencerahan bagi masyarakat lewat karya-karya mereka yang sebagian besar tentang impian.

Alasan berikutnya adalah menulis dapat menghindari kita dari sifat malas. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa malas itu ada pada setiap orang dan sifatnya manusiawi. Akan tetapi jika sifat malas ini terus diikuti tanpa pernah mau melawannya, tentu akan mengakibatkan kerugian bagi kita. Dengan kegiatan menulis, kita akan berpikir keras mengenai apa yang ingin kita tulis. Nah, proses berpikir inilah salah satu cara menghindari sifat malas tersebut. Bagi saya malas itu harus dilawan, dengan cara dipaksa untuk berpikir, kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan. Bagus tidaknya tulisan tersebut, tidak menjadi masalah. yang terpenting adalah kita bisa melawan sifat malas tersebut.

Menulis menjadikan kita lebih produktif, karena pada awalnya dipaksa untuk menulis, maka lama-kelamaan keterpakaan itu menjadi kebiasaan. Bagi orang-orang yang sudah terbiasa menulis, membuat tulisan adalah pekerjaan yang menyenangkan. Bahkan mereka akan merasa ada yang kurang, jika sehari saja tidak menulis. Menulis sudah menjadi bagian dari hidupnya, sehingga mereka tidak terlepas dari kegiatan menulis. Biasanya orang seperti ini akan menjadi lebih kreatif karena setiap saat pikirannya selalu dipenuhi dengan ide-ide. Ide-ide itulah yang mereka kembangkan menjadi tulisan.

Menarik bukan menjadi seorang penulis? Bagi saya ini pekerjaan yang menarik karena disamping mendapatkan pahala lewat kebermanfaatan itu, juga menjadikan orang yang gemar menulis menjadi lebih kreatif. Menjadi kreatif berarti membuat perbedaan dengan kebanyakan orang. Hanya orang yang berbeda (dalam hal positif) yang dikenal dunia.

Yuk kita nulis, semoga memberikan kebermanfaatan buat umat…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar