MENGAPA
SAYA HARUS MENULIS?
Menulis bagi saya yang seorang pemula adalah pekerjaan
yang sangat sulit. Kesulitan terbesar adalah dalam hal menentukan topik ataupun
ide tulisan. Begitu pun ketika diharuskan menulis artikel ini, sungguh sulit.
Tapi jika terus mengulur-ulur waktu, tulisan ini tidak akan pernah jadi.
Jadinya, saya tulis saja apa yang ada di pikiran. Karena dari tulisan yang
pernah saya baca tentang kepenulisan, ada rumus sederhana yang harus kita
biasakan yaitu “Tulis apa yang ada di pikiranmu”. Benar ataupun salah itu
urusan belakang. Kalimat yang sering dilontarkan Kang Tendi Krisna Murti adalah
kalo pengen jadi penulis, ya..harus nulis, hehehehe…..
Kalo Anda perhatikan judul artikel ini yaitu “Mengapa
saya harus menulis?”, Anda tentu akan menebak bahwa saya akan menyampaikan
alasan mengapa saya menulis. Berbicara mengenai alasan, tentu tidak terlepas
membahas tentang niat. Niat ini bagi saya sangat penting, karena niat adalah energi utama yang senantiasa menjaga
konsistensi kita dalam melakukan berbagai hal. Kalau niatnya biasa-biasa saja,
ya tentu semangat untuk mewujudkannya biasa-biasa saja, tidak ada greget. Akan
tetapi kalau niatnya besar dan mampu diwujudkan, gregetnya dapat dan semangat
untuk mewujudkannya akan menggebu-gebu.
Dalam buku ON
karya Jamil Azzaini, dijelaskan bahwa niat itu diibaratkan dengan sebuah
tujuan. Seseorang yang hendak melangkah tentu membutuhkan tujuan untuk
mengakhiri perjalannya. Seorang nahkoda kapal tidak akan pernah bisa melabuhkan
kapalnya, tanpa pernah menetapkan kemana dia akan bersandar. Bahkan, kapal
tersebut bisa celaka dan menjadi karam di tengah lautan yang luas, menabrak
karang, dan kehabisan bahan bakar karena tidak tahu ke mana dan kapan saatnya
berlabuh.
Adapun niat saya menjadi seorang penulis adalah agar
ilmu yang saya dapatkan bisa saya salurkan kepada orang lain. Ini bukan
semata-mata untuk gaya-gayaan, bukan semata-mata mengikuti trend. Tidak seperti itu. Saya berpikir bahwa pada hakekatnya
semakin ilmu itu dibagikan, ilmu itu akan semakin bertambah. Bukankah Kanjeng
Nabi juga pernah bersabda bahwa manusia yang paling baik adalah yang paling
bermanfaat kepada sesamanya. Untuk itu, saya rasa sedikit ilmu yang saya punya
ini dapat bermanfaat bagi orang lain.
Dalam perjalanan kehidupan umat manusia juga, orang-orang
yang memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas, senantiasa namanya
diabadikan dalam sejarah. Contohnya tidak jauh-jauh Kanjeng Nabi Muhammad SAW
(tidak perlu kita ragukan lagi), Ibnu Sina, seorang ulama yang juga ahli di
bidang kedokteran. Graham Bell penemu telepon, Thomas Alpa Edison penemu lampu.
Bahkan penulis-penulis hebat Indonesia, seperti Andrea Hirata, Anwar Fuadi,
Asma Nadia. Mereka mempunyai satu kesamaan yaitu memberikan kontribusi kepada
masyarakat luas lewat karya tulisan mereka. Mereka telah memberikan semangat,
motivasi dan pencerahan bagi masyarakat lewat karya-karya mereka yang sebagian
besar tentang impian.
Alasan berikutnya adalah menulis dapat menghindari
kita dari sifat malas. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa malas itu ada pada
setiap orang dan sifatnya manusiawi. Akan tetapi jika sifat malas ini terus
diikuti tanpa pernah mau melawannya, tentu akan mengakibatkan kerugian bagi
kita. Dengan kegiatan menulis, kita akan berpikir keras mengenai apa yang ingin
kita tulis. Nah, proses berpikir inilah salah satu cara menghindari sifat malas
tersebut. Bagi saya malas itu harus dilawan, dengan cara dipaksa untuk
berpikir, kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan. Bagus tidaknya tulisan
tersebut, tidak menjadi masalah. yang terpenting adalah kita bisa melawan sifat
malas tersebut.
Menulis menjadikan kita lebih produktif, karena pada
awalnya dipaksa untuk menulis, maka lama-kelamaan keterpakaan itu menjadi
kebiasaan. Bagi orang-orang yang sudah terbiasa menulis, membuat tulisan adalah
pekerjaan yang menyenangkan. Bahkan mereka akan merasa ada yang kurang, jika
sehari saja tidak menulis. Menulis sudah menjadi bagian dari hidupnya, sehingga
mereka tidak terlepas dari kegiatan menulis. Biasanya orang seperti ini akan
menjadi lebih kreatif karena setiap saat pikirannya selalu dipenuhi dengan
ide-ide. Ide-ide itulah yang mereka kembangkan menjadi tulisan.
Menarik bukan menjadi seorang penulis? Bagi saya ini
pekerjaan yang menarik karena disamping mendapatkan pahala lewat kebermanfaatan
itu, juga menjadikan orang yang gemar menulis menjadi lebih kreatif. Menjadi
kreatif berarti membuat perbedaan dengan kebanyakan orang. Hanya orang yang
berbeda (dalam hal positif) yang dikenal dunia.
Yuk kita nulis, semoga memberikan kebermanfaatan buat umat…..